Senin, 27 Mei 2013

Falsafah Sang Hidup atau Si Urip

Terbentuknya alam semesta secara garis besar.

Pada waktu alam semesta ini masih awang-uwung atau kosong melompong DZAT KODRAT yang pertama muncul adalah HERUCOKRO yang berintikan URIP-RASA-OBAH. HER artinya air,RU artinya wadah rasa,COKRO artinya bulat dan berputar.Atas seijin YANG MAHA ESA,HERUCOKRO menggelar URIP-RASA-OBAH pada situs gelombang electro magnetic diruang angkasa.Titk temu URIP-RASA dan OBAH kemudian membentuk menjadi planet,bumi,bulan,bintang,matahari, mahluk termasuk manusia dan tumbuh-tumbuhan. SANG PENCIPTA adalah sipemilik.

Tidak banyak manusia yang tahu bahwa dunia alam semesta seisinya ini kalau diringkas hanya ada 3 (tiga ) unsur yaitu URIP (Sang HIDUP)-RASA-dan OBAH atau gerak-getar yang sudah menyatu padu atau manunggal ( tri-tunggal ) yang satu sama lain tidak bisa dipisah-pisahkan lagi. URIP atau Sang HIDUP sudah jelas sebagian besar manusia tahu,tetapi kenyataannya secara mendetail banyak yang belum tahu kalau SI URIP itu tidak dapat diraba,tidak dapat dilihat,tidak berbentuk karena tidak terbuat dari materi,tidak ada yang membuat,tidak beranak dan tidak diperanakkan dengan kata lain tidak dilahirkan dan tidak melahirkan,tidak bisa sakit tidak bisa aus,tidak punya nafsu sahwat tidak beragama dan tidak bisa mati. Keberadaan SI URIP bisa dirasakan pada dada manusia terutama bagian tengah dada yang berdetak atau berdegup, disitu ada gerakan (OBAH) tandanya disitu ada SI URIP yang diibaratkan sebagai  Maha Suci kecil yang memiliki sifat-sifat ke-“ TUHAN “an.

Yang dimaksud dengan RASA dimana SI URIP atau Sang HIDUP bertahta adalah SEJATINYA RASA itu miliknya SANG MAHA PENCIPTA karena itu tidak bisa mati,tidak bisa bohog, tidak bisa merasakan sakit panas dingin asin gurih manis sedih gembira; yang ada pada SEJATINYA RASA hanyalah rasa tentram. Sedangkan yang bisa merasakan asin gurih manis sakit sedih senang panas dingin dan sebagainya itu adalah RASA SEJATI itu miliknya raga manusia terletak pada panca indra,kalau raganya mati panca indranya juga mati tidak berfungsi.Perlu diketahui  

SEJATINYA RASA dan RASA SEJATI selalu bergandengan atau berhimpitan pada diri manusia, akan tetapi manusia lebih senang bertumpu kepada RASA SEJATI yang pada umumnya senang kalau diajak berbuat negatif,sedangkan SEJATINYA RASA jarang disentuh diabaikan begi saja .Padahal kalau manusia mau mendekat megenal dan menyatu dengan SEJATINYA RASA maka manusia bisa berbuat hal-hal diluar nalar manusia tanpa disangka-sangka dan tanpa direncana. Menyatu kepada SEJATTINYA RASA sama halnya dengan menyatu atau manunggal dengan SI URIP karen URIP bertahta pada SEJATINYA RASA
OBAH atau gerak-getar dalam bahasa JAWA disebut geter-pater adalah kekuasaan sekaligus kekuatan SI URIP.

Sepintas lalu kelihatannya remeh atau sepele tapi nanti dulu,OBAH atau kekuasaan SI URIP itu mampu menggerakkan matahari bumi bulan bintang,planet diruang angkasa,jantung manusia diseluruh dunia dan lain-lain. Anda tidak menyadari kalau jantung anda selama ini digerakkan oleh kekuasaan SI URIP yaitu OBAH,mungkin anda mengira yang menggerakkan jantung anda adalah TUHAN padahal sebutan TUHAN itu hanyalah nama bikinan manusia yang tidak mampu berbuat apapun. Seorang Komandan militer memerintahkan atau memberi komando kepada anak buahnya agar tiarap; komando tsb asalnya juga dari kekuasaan dan kekuatan SI URIP yang disebut OBAH itu tadi. RASA bergerak menyentuh OBAH, selanjutnya OBAH geter- pater menuju otak,kemudian otak meneruskan kebibir sehingga bibir bisa mengucapkan tiarap,akirnya pasukan atau anak buahnya melaksanakan perintah Komandan yaitu tiarap.

Satu hal lagi yang anda tidak pernah menyadari yaitu “ peluru kendali “manusia seluruh dunia termasuk milik anda juga digerakkan oleh kekuasaan dan kekuatan SI URIP yang disebut OBAH. Bahkan pada waktu anda sedang tidur nyenyak sekalipun “peluru kendalinya” tetap dapat digerakkan oleh kekuasaan dan kekuatan SI URIP yang disebut OBAH tadi. Apakah anda masih mengira yang menggerakkan adalah TUHAN,apakah TUHAN kurang kerjaan sehingga ngutik-utik “peluru kendali” manusia yang sedang tidur. Anda jangan tergesa-gesa menuding tulisan ini pornografi,kita sedang membicarakan hal-hal yang nyata apa adanya. Kalau  “peluru kendali”anda tidak digerakkan oleh kekuasaan dan kekuatan SI URIP yang disebut OBAH itu tadi sudah pasti anda tidak akan pernah punya anak;begitu juga jika jantung anda tidak digerakkan oleh kekuasaan dan kekuatan SI URIP pasti darah anda tidak akan beredar atau sirkulasi akibatnya beku akirnya mati.

Manusia bisa membuat pesawat terbang,bisa mendarat dibulan,bisa menjadi jendral,bisa dapat rejeki,bisa merasakan nikmat,bisa punya anak dan sebagainya itu karena ada SI URIP yang bersemayam pada tubuh manusia bukan agama. Begitu juga manusia bisa sakti mandra guna dibedil mecicil,dibacok mlorok,ditumbak malah ngakak-ngakak,bisa terbang,bisa menghilang dan sebagainya tetapi kalau ditinggal SI URIP pasti mati akirnya menjadi seonggok daging busuk yang kemudian diproses oleh kekuatan bumi melalui reaksi Analysa kembali keasalnya yaitu :  

1. Yang asalnya dari sari-sarinya tanah kembali ke -tanah.
2. Yang asalnya dari sari-sarinya api kembali ke -api.
3. Yang asalnya dari sari-sarinya air kembali ke-air
4. Yang asalnya dari sari-sarinya gas atau udara kembali kepada gas atau udara.
5. Yang asalnya dari sari-sarinya sinar matahari kembali ke sinar matahari.
6. Yang asalnya dari sari-sarinya sinar bintang kembali ke-sinar bintang.
7. Yang asalnya dari sari-sarinya cahaya bulan kembali ke cahaya bulan.

Berdasarkan uraian diatas manusia bisa sakti mandra guna,bisa terbang,bisa menghilang tapi kalau ditinggal SI URIP akirnya mati tidak bisa berbuat apapun. Itu jelas bisa ditarik kesimpulan yang sakti bisa terbang bisa menghilang itu hanyalah URIP atau SI URIP. Orang yang belum mati disebut orang hidup (wong urip) bukan orang Tuhan,begitu juga orang yang mati itu karena ditinggal URIPnya bukan ditinggal TUHANnya. Dengan memperhatikan uraian-uraian tersebut diatas maka kita bisa membuat kesimpulan bahwa SI URIP itu kedudukannya berada diatas segala-galanya;termasuk yang menciptakan alam semesta  seisinya termasuk manusia. Pada umumnya manusia menyebut Sang Pencipta dengan sebutan TUHAN atau ALLAH atau GOD, kemudian yang lain ikut-ikutan latah dengan menyebut nama TUHAN, ALLAH atau GOD. Disini menjadi jelas bahwa TUHAN, ALLAH atau GOD itu sekedar nama bikinan manusia jadi tidak mampu berbuat apapun,akan tetapi karena manusia terlanjur percaya yang diperkuat dengan keyakinan akirnya menjadi budaya yang disahkan oleh negara dengan nama agama.

Yang namanya percaya atau yakin itu belum dibuktikan kebenarannya jadi sifatnya masih spekulasi atau untung-untungan,kalau tidak untung ya buntung. Orang menyembah TUHAN,ALLAH atau GOD itu sama saja menyembah nama yang nota bene bikinan manusia itu sendiri. Manusia itu asalnya dari URIP kembalinya juga kepada URIP,akan tetapi kenapa manusia malah menyembah nama,gambar,patung dan lain-lain,seharusnya manusia menyembah “JATI DIRI TUHAN” yaitu yang disebut URIP.Kasihan manusia menggantungkan atau mempercayakan acheratnya hanya kepada kepercayaan atau keyakinan yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Untuk membuktikan kebenaran suatu ajaran agama atau Kepercayaan orang tidak harus pergi ke-acherat kemudian kembali lagi kedunia nyata; itu tidak mungkin dan tidak masuk akal. Cukup dengan cara sederhana tapi bukti nyata, yaitu dengan cara mempelajari ajaran teorinya kemudian dicocokkan dengan praktek kenyataannya bukti nyata apa tidak, kalau bukti nyata itu berarti benar.Satu contoh ajaran Kepercayaan Manunggal Kinantenan Sarwa Mijil yaitu “Tanpa MANUNGGAL manusia akan punah bahkan alam semesta akan hancur.Teori ini kalau dipraktek-kan akan terbukti dan nyata; berarti ajaran itu benar dan masih banyak lagi lainnya. Keyakinan atau kepercayaan itu masih belum final,jadi masih harus dibuktikan kebenarannya; hakim berani menjatuhkan fonis setelah ada bukti nyata.

Agama dan Kepercayaan terhadap TUHAN Yang Maha Esa itu bukan tujuan akir sebab tujuan akir adalah Sang Maha Pencipta. Agama dan Kepercayaan Kepada TUHAN Yang Maha Esa ibarat kendaraan yang ditumpangi para pemeluknya;sayangnya kendaraan itu bisa aus,rusak atau mogok, tersesat dan lain-lain sehingga terkatung-katung ditengah jalan ujung-ujungnya tidak sampai ke-tujuan akir yaitu Sang Maha Pencipta Lalu bagaimana agar kendaraan yang ditumpangi bisa dipertanggung jawabkan sampai tujuan akir jawabnya naiklah kendaraan yang sudah bukti nyata kebenaranya yaitu URIP atau SI URIP; maka URIP sendiri yang akan menggendong diri anda sampai ke-tujuan akir. Karena  SI URIP merupakan Micro Cosmos ibaratnya Maha Suci kecil yang memiliki sifat-sifat ke-“TUHAN”an maka akan dengan mudah mengakses atau menghubungi Macro Cosmos. Karena SI URIP itu benar-benarnya benar yaitu kebenaran yang hakiki maka kalau manusia selalu mengacu kepada SI URIP itu berarti sudah mendekati dan menuju kebenaran akirnya sampai dan menyatu atau Manunggal kepada kebenaran yang hakiki yaitu URIP.

Seandainya URIP itu bisa dilihat dengan mata telanjang maka ujudnya  “gemerlapan laksana intan berlian berpendar-pendar bercahaya tanpa warna tidak menyilaukan mata gilang gemilang tiada bandingannya di-jagad raya”. Kalau ada orang bisa melihat URIP bukan berarti orang itu mampu melihat URIP,tetapi semata-mata URIP itu sendiri yang berkenan menampakkan diri. URIP tidak bisa dilihat dengan alat secanggih apapun.                  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar