Kamis, 06 Maret 2014

Siapa yang Menikmati Surga?

Pada umumnya surga atau neraka itu dikaitkan atau dihubungkan dengan tingkah laku dan perbuatan manusia karena manusia punya akal pikiran dan budipekerti bisa membuat rekayasa dsb. sedangkan hewan tidak punya akal oleh karena itu tidak bisa dituntut atas perbuatannya baik didunia maupun diacherat; siapa yang bisa menyalahkan kerbau,sapi,kambing dsb. ROMO HERUCOKRO SEMONO pada waktu ditanya apakah surga atau neraka itu ada maka dijawab kalau sudah disebut namanya pasti ada kongkritnya sebab ujud itu lebih dulu muncul kemudian menyusul nama hanya saja mungkin bentuk dan ujudnya tidak seperti yang digembar-gemborkan tokoh agama atau spiritual sebab belum ada orang yang pergi kesurga dengan membawa saksi kemudian kembali lagi kebumi untuk menceritakan keadaan disurga.

Bagaimanapun juga surga atau neraka itu tetap merupakan rahasia Sang Maha Pencipta, manusia diberi ilmunya Cuma sedikit; jangankan orang yang masih hidup orang yang sudah matipun belum tentu semuanya bisa sampai kesurga. Bagaimana mau kesurga sedangkan asal-usulnya saja belum tahu; otomatis kembalinya juga tidak tahu. Untuk mengerti asal-usul manusia mungkin bisa mengacu pada ucapan Sunan Bonang yang mengatakan : “ Jangan harap kamu bisa bertemu dengan TUHANmu sebelum kamu mengenal hidupmu sendiri .“

Sudah bukan rahasia lagi semua manusia yang normal pasti menginginkan surga yang kekal abadi tapi usahanya belum maximal bahkan terperangkap oleh angan-angan emosional yang merupakan maling aguna atau begal karena dikuasai oleh nafsu serakah,angkara murka yang meluap-luap sehingga tidak segan-segan memaksakan kehendak disertai tindak kekerasan,melakukan sweeping,merusak menyerang menghancurkan hingga jatuh korban jiwa ,saling bunuh-membunuh sesama umat beragama bahkan sesama saudara kandung karena salah menilai ajaran atau memang ajarannya yang salah. Itu semua fakta yang terjadi dimuka bumi terutama diTimur Tengah bahkan sudah mulai menjalar di-Indonesia. Nah kalau sudah demikian masih pantaskah manusia yang demikian tadi mengharap surga yang kekal abadi dengan bekal hati yang penuh kebencian, dendam kesumat,merasa golongannya paling baik,paling benar,paling suci dan dengan tangan yang berlumuran darah.

Berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas maka penulis bertanya “SIAPA YANG BERHAK MENIKMATI SURGA?”
1.    Apakah golongan yang merasa ajarannya paling benar, paling suci sehingga dengan bangga dan sombong memaksakan kehendak disertai tindak kekerasan melakukan sweeping, menyerang, merusak, menghancurkan hingga jatuh korban jiwa ?
2.    Apakah  golongan yang dianggap minoritas sehingga ditindas dan diganggu dalam melaksanakan ibadahnya tapi tidak mau membalas ?
3.     Apakah orang yang tingkah lakunya baik dan terpuji dalam kehidupan sehari-hari dan tidak mau mencampuri urusan orang lain tapi tidak tahu asal-usulnya ?
4.     Orang yang tingkah lakunya sehari-hari sederhana dan wajar mengerti sangkan paraning dumadi dan selalu menjaga hubungan antara dirinya dengan Sang Maha Pencipta melalui jalur Panca-Indra ?
5.     Apakah batang tubuh manusia ?. Ini tidak mungkin sebab batang tubuh manusia akan hancur lebur kembali menjadi bahan.
6.     Apakah Si URIP atau Sang Hidup ?. URIP tidak terpengaruh oleh rasa panas dingin sedih gembira sakit atau nikmat karena URIP hanya punya satu RASA yaitu rasa tentram atau SEJATINYA RASA; jadi ibaratnya netral itulah sebabnya Si URIP tidak bisa mati.
7.     Apakah ROH SUCI ?. ROH SUCI juga tidak bisa mati sebab dia punya dua rasa, yaitu daya panca-indra yang dibawa pada waktu raganya mati dan satu lagi yaitu SEJATINYA RASA yang sifatnya netral karena tidak terpengaruh oleh rasa panas-dingin,sakit-nikmat dsb.akan tetapi daya panca indra yang dibawanya bisa merasakan panas-dingin sakit-nkmat dsb,itu berarti ROH SUCI masih bisa disakiti meskipun sudah tidak punya batang tubuh. Itulah sebabnya dia tidak bisa mati karena harus mempertanggung jawabkan perbuatannya semasa raga yang diikuti masih hidup.

Oleh karena penulis tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut diatas maka tolonglah berikan jawaban yang terbaik buat saya.

Senin, 10 Februari 2014

Urip Mijil

Menurut M. IQBAL cendekiawan dari Pakistan ,ROHSUCI mampu menciptakan NAFS yang positif maupun negatif yang merupakan percikan dari nafsu hingga terjadi perbuatan positif maupun negatif; yang dimaksud dengan NAFS disini adalah istilah umum dari jiwa,hati,batin,rohani,angan-angan dan nafsu yang diimplementasikan dalam tingkah laku dan perbuatan manusia. Tidak ada satupun agama yang pernah menyebut atau membahas tentang keberadaan SI-URIP atau Sang Hidup tetapi hanya sedikit menyinggung tentang ROH, bahkan menyebutkan bahwa ROH itu yang menghidupkan. Pendapat ini jelas tidak benar, sebab yang mampu menghidupkan adalah SI-URIP atau Sang Hidup buktinya semua mahluk yang bernyawa kalau ditinggal SI-URIP niscaya akan mati. Mungkin istilah atau kata-kata URIP ini kurang dikenal karena menggunakan bahasa JAWA bukan bahasa ARAB; karena URIP itu bahasa JAWA dan tidak pernah GO-PUBLIK  kecuali di negeri BELANDA  disana ada Fakultas Sastra JAWA.

Kalau kita perhatikan betul-betul URIP ini sangat Universal dalam segala hal, contohnya beberapa pertanyaan bahkan mungkin ratusan pertnyaan semuanya bisa dijawab dengan satu kata saja yaitu : URIP misalnya apa sebab orang  bisa punya anak ,punya pangkat,punya rejeki,bisa jadi dokter,bisa mendarat dibulan, bisa merasakan nikmat,bisa melihat,mendengar,menari,menyanyi,menangis dan tertawa,bisa mendarat diplanet MARS dsb; jawabnya cukup hanya dengan satu kata saja yaitu sebab : URIP; coba kalau tidak URIP tidak bisa berbuat apapun. Dengan memperhatikan contoh tsb diatas terbukti bahwa URIP itu betul-betul Universal bisa menjawab puluhan atau ratusan pertanyaan  hanya dengan satu kata  saja yaitu URIP, sebab yang menciptakan alam semesta seisinya adaah SI-URIP. Mungkin ada yang mengatakan yang menciptakan adalah TUHAN atau ALLAH tapi akan muncul pertanyaan : TUHAN atau ALLAH itu URIP apa tidak ? jawabnya jelas URIP. Dengan demikian jelas bahwa URIP itu diatas segala-galanya dan sangat cocok kalau dirangkai dengan bahasa JAWA. Misalnya wong sing durung mati iku diarani wong URIP dudu wong TUHAN utowo wong ALLAH.

Itulah sebabnya maka URIP mijil dari alam CUNDA MANIK turun ditanah JAWA tepatnya di JL. PERAK-BARAT  NO.93 SURABAYA tgl.13-11-1955 untuk mengingatkan manusia akan asal-usulnya. SI-URIP ibarat RATU ADIL kesampar  kesandung tidak ada harganya, tetapi setelah manusia mengetahui kesaktiannya maka b y u u k  manusia banyak yang sujud menyembah. Baru membicarakan risalah ROH saja manusia sudah kehabisan akal dan pikiran apa lagi kalau membahas SI-URIP. Tidak ada satupun agama yang pernah membahas keberadaan SI-URIP meskipun Cuma sedikit karena memang tidak mengenal istilah SI-URIP, yang dibahas Cuma ROH. Padahal antara SI-URIP dan ROH SUCI ini masing-masing dapat berdiri sendiri-sendiri. Pantas kalau dikatakan selama jutaan tahun manusia mencari kiblat yang salah

Bertanyalah Kepada TUHAN

Pembahasan mengenai keberadaan SI-URIP dan ROH SUCI hanya sebatas yang berada dimuka bumi saja sebab nanti kalau manusianya mati, URIPnya lepas ROH SUCInya juga lepas pergi ketempat yang belum bisa kita buktikan keberadaannya. Kita menulis dari muka bumi sedangkan mereka SI-URIP dan ROH SUCI sudah berada diluar bumi sulit dimonitor maupun dideteksi. Pegangan kita hanyalah keyakinan akan ajaran yang membahas keberadaan SI-URIP dan ROH SUCI selama manusianya masih hidup. Karena kita ini manusia yang punya akal dan pikiran yang bisa menggunakan otak kiri maupun otak kanan maka kita berorientasi kepada manusia bukan kepada binatang atau tumbuh-tumbuhan. ROMO HERUCOKRO SEMONO sendiri dalam ajaranya tidak banyak menyinggung keberadaan ROH SUCI hanya mengatakan sudah sangat dekat dengan SI-URIP; masuknya  kebatang tubuh sama-sama, keluarnya dari batang tubuh juga sama-sama; hanya fungsi, tanggung jawab dan kekuasaannya yang berbeda, dua-duanya SI-URIP dan ROH SUCI tidak bisa mati.

THEOSOFIE menyatakan bahwa ROH SUCI tidak bisa mati, ini senada dengan ajaran agama sebab kalau ROH bisa mati ( hancur-lebur ) terlalu enaklah dia, berarti lepas dari tanggung jawab atas perbuatan raga yang diikuti selama masih hidup didunia sebab yang punya keinginan itu ROH SUCI , bahkan juga ikut menikmati atas perbuatan raga. Kalau manusia mati SI-URIP dan ROH SUCI sama-sama keluar dari raga,karena SI-URIP tidak dibebani tanggung jawab atas perbuatan raga dan mendapat gelar sebagai Mahasuci Kecil yang memiliki sifat-sifat ke-TUHAN –an maka SI-URIP ini bisa langsung kembali ke Sangkan Paraning Dumadi yaitu HERUCOKRO; sedangkan ROH SUCInya sambil membawa daya Panca-Indranya harus mempertanggug jawabkan perbuatan raganya dulu. Itulah sebabnya ROH SUCI masih bisa disakiti meskipun raganya sudah hancur lebur karena dia membawa daya Panca Indra. Seandainya ada orang bertanya secara mendetail mengenai risalah ROH SUCI maka jawablah : Bertanyalah kepada TUHAN karena risalah mengenai ROH adalah rahasia TUHAN dan urusan TUHAN manusia tidak diberi ilmu mengenai ROH melainkan Cuma sedikit.

Antara URIP dan Roh Suci

ROMO HERUCOKRO SEMONO pernah mengatakan bahwa kedudukan antara Roh Suci dan URIP itu sudah dekat sekali hanya saja tidak dijelaskan secara rinci bagaimana sifat dan kedudukannya masing-masing. Dalam kitab suci disebutkan bahwa persoalan ROH adalah urusan  TUHAN dan rahasia TUHAN; manusia tidak diberi ilmu tentang ROH melainkan Cuma sedikit. Karena sudah diberi kelonggaran meskipun Cuma sedikit, maka tidak ada salahnya kalau kita kupas meskipun Cuma sedikit berdasarkan sifat tugas dan tanggung jawabnya masing- masing, lumayan dari pada tidak sama sekali.

1.    URIP atau Sang Hidup tidak punya nafsu sahwat sedangkan Roh Suci memiliki nafsu sahwat.
2.    URIP atau Sang Hidup tidak punya keinginan apapun tugasnya hanya memberi URIP – RASA – OBAH ( gerak-getar ) cinta dan kasih sayang dengan sabar tawakal; sedangkan Roh Suci punya keinginan bersenang-senang,bisa menyuruh berbuat baik atau buruk juga bisa melarang.
3.    URIP atau Sang Hidup tidak ikut menikmati hasil perbuatan yang diprakarsai oleh Roh Suci karena URIP hanya memiliki Rasa Tentram tidak terpengaruh oleh pnas-dingin, susah-senang pahit-manis dsb.
4.    URIP tidak dibebani tanggung jawab atas perbuatan raga.
5.    Roh Suci dibebani tanggung jawab atas perbuatan raga karena dia bisa menyuruh dan bisa melarang juga ikut menikmati hasil perbuatan raga.
6.    URIP dan Roh Suci masing-masing bisa berdiri sendiri-sendiri.
7.    URIP dan Roh Suci tidak dilahirkan karena sudah ada lebih dahulu.
8.    URIP dan Roh Suci tidak bisa mati.
9.    URIP tidak bisa disakiti sedangkan Roh Suci bisa disakiti meski raganya sudah hancur lebur.

Dengan demikian bisa kita simpulkan bahwa Roh Suci sudah berdampingan dengan URIP hanya saja tidak campur baur ( gembleng ) sebab nanti kalau pulang keasal-usulnya Roh Suci tidak bisa langsung kembali melainkan harus  mempertanggung jawabkan perbuatan raganya dulu semasa masih hidup; sedangkan URIP bisa langsung kembali keasal-usulnya karena tidak dibebani tanggung jawab apapun. Ini berlaku bagi putra yang bukan ADHANG; tapi bagi PUTRA yang sudah jadi KADHANG, Roh Sucinya bisa langsung kembali ke Sangkan Paraning Dumadi karena salahnya luputnya atau dosanya sudah dihilangkan sesuai dengan bunyi KUNCI yang terakir yaitu :” Kula nyuwun kangge anyirnaake. Tumindak ingkang luput.” Anda penasaran ,silakan baca buku GOLDEN EGG halaman 258 dan 268.

Minggu, 03 November 2013

Artikel buat NKRI

Didunia ini terutama di INDONESIA agama adalah faktor yang paling krusial karena terlalu sering menimbulkan benturan dengan mengatasnamakan agama. Ini terjadi karena pemahaman agama ditafsirkan dengan cara yang salah; misalnya saja agama di-Tuhan –kan,agama dinomor satukan,agama diatas segala-galanya dsb,padahal yang harus dinomor- satukan adalah keselamatan bangsa dan NKRI. Apa artinya agama kalau bangsa dan negaranya hancur lebur.

Karena negara NDONESIA menganut sistim Demokrasi maka kebebasan berserikat, berbicara,berpendapat, keyakinan atau agama dsb. dijamin dan  dilindungi dengan catatan kebebasan itu harus disertai  tanggung-jawab; dengan kata lain kebebasan yang bertanggung jawab. Saya menulls artikel ini dengan maksud dan tujuan konstruktif untuk bangsa dan negara INDONESIA yang diharapkan bisa berimbas pada perdamaian yang menyeluruh. Artikel saya berorientasi pada keyakinan atau agama ( bukan ajarannya )

A.Dasarnya agama adalah keyakinan. Yang namanya keyakinan itu berarti belum teruji benar atau tidaknya sebab masih anggap-anggapan jadi belum mutlak;   artinya bisa benar bisa juga tidak. Selama lebih 2000 tahun tidak ada atau belum ada manusia yang mampu membuktikan kebenaran agama,sebab untuk membuktikan kebenaran agama itu manusia harus mati dulu kemudian kembali lagi kebumi guna menceriterakan keadaan disana. Sayangnya orang yang sudah mati tidak dapat kembali lagi kebumi sehingga agama sulit dibuktikan kebenaranya; jadi tetap merupakan rahasia TUHAN.              

B.Agama belum ketemu TUHAN sebab masih sedang mencari jadi belum ketemu. TUHAN ada disurga sedangkan agama ada dibumi.

C.Agama bukan tujuan akir sebab tujuan akir adalah Sang Maha Pencipta. Agama ibarat transportasi atau kendaraan yang dinaiki para pemeluknya untuk menuju Sang Maha Pencipta. Sayangnya kendaraan tsb belum teruji secara mutlak jadi masih riskan, bisa mogok,rusak atau kesasar.

D.Dengan memperhatikan faktor-faktor tsb. diatas ( AB dan C ) seharusnya manusia tidak perlu rebutan agama, apa lagi sampai dibelani saling bunuh –membunuh sesama agama,sesama bangsa bahkan sesama saudara kandung; contohnya adalah negara-negara Arab yang ada di Timur-Tengah; sedangkan TUHAN saja tidak beragama dalam arti kata tidak memihak salah satu agama semuanya direstui secara adil.          

Dalam hal ini pemerintah sebenarnya sudah tahu hanya saja terkesan ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas, pilih kasih, bahkan ditutup-tutupi dengan cara memelintir fakta yang ada dilapangan. Misalnya saja peristiwa di Ambon pada awal abad milinium ke-3 saat itu terjadi bentrokan antara Islam dan Kristen tapi pemerintah memberitakan itu bukan konflik agama.DI Jawa Barat Islam Ahmadiyah diserang dan dihancurkan oleh Islam setempat,di Sampang Madura Islam syiah diserang dan dihancurkan oleh Islam setempat, di Purwakarta simbul- simbul Budaya Jawa dihancurkan oleh Ormas Islam setempat dll. Kalau pemerintah tidak tegas atau pilih kasih dalam mengambil tindakan bisa-bisa golongan minoritas dibantai dan dihabisi oleh golongan mayoritas. Selama hakekat agama ditempatkan pada porsi yang kurang benar, maka selama itu pula akan terjadi konflik antar agama. Akir kata saya sampaikan salam damai dan sejahtera buat NKRI yang baru saja memperingati dan merayakan H.U.T. yang ke- 68.

Symbiosis

Apabila saya merenung maka banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan berkecamuk dalam benak saya antara lain mengenai keberadaan jabang bayi yang berumur antara 7 sampai 9 bulan yang masih dalam kandungan. Pernah saya membuat jajak pendapat dengan teman-teman saya mengenai keberadaan jabang bayi yang masih dalam kandungan tsb. Saya melontarkan pertanyaan : “ Apakah jabang bayi yang berumur antara 7 sampai 9 bulan yang masih dalam kandungan itu sudah ketempatan URIP atau sang HIDUP apa belum.”?

Sebagian teman-teman menjawab jabang bayi yang masih dalam kandungan tsb. sudah ketempatan atau sudah diduduki URIP atau sang HIDUP dengan alasan sudah bisa bergerak dan tumbuh besar. Dalam Al Qur-an disebutkan setelah setelah bayi dalam kandungan berumur empat bulan ditiupkan Roh oleh Malaikat; itu berarti bayi dalam kandungan yang berumur 7 sampai 9 bulan sudah ketempatan URIP sehingga bayi tsb. bisa hidup. Sebagian lagi mengatakan bayi tsb. belum ketempatan atau belum diduduki URIP buktinya ada jabang bayi yang lahir dalam keadaan mati, itu bukti bahwa jabang bayi tsb. waktu dalam kandungan belum diduduki atau belum ketempatan URIP. Kedua belah pihak masing-masing menjawab secara berseberangan dengan disertai bukti yang sangat masuk akal.

Penulis sendiri dengan tegas mengatakan bahwa jabang bayi yang masih dalam kandungan tsb. belum ketempatan atau belum diduduki URIP sebab penulis berpegang pada beberapa hal antara lain :

1 Ajaran orang Jawa yang disebut Kekidungan Sastra Jendra Hayuningrat yang mengatakan: “ Nalika mijil ana loro margane “ artinya ketika jabang bayi lahir ada dua jalannya. “Sing siji mijil jalaran marga ina” artinya yang satu lahir karena memang diahirkan lewat rahim, itu yang jadi manusia bisa sakit dan bisa mati karena terbuat dari materi yaitu air. “ Sing siji maneh datan mijil jalaran marga ina “ artinya yang satu lagi tidak dilahirkan lewat rahim karena memang sudah ada sebelum jagad raya ini terbentuk yaitu yang disebut Ratujalu Klawan Estri atau URIP, itu tidak bisa sakit tidak bisa mati dan tidak beragama. Hal ini diperkuat oleh Kitab Maha Bharata yang menyebutkan bahwa URIP tidak dilahirkan karena memang sudah ada sebelum alam semesta ini terbentuk.

Dengan memperhatikan kekidungan tsb.jelas bahwa URIP tidak dilahirkan lewat rahim karena memang sudah ada sebelumnya yaitu diruang angkasa atau udara terbuka dan diikat oleh Oxygeen. Begitu jabang bayi lahir bersinggungan dengan udara terbuka,terkejut menangis gelagepan menghirup udara disitulah URIP menerobos merasuki jabang bayi melalui sistim pernapasan sehingga jabang bayi hidup. URIP tidak kasat mata dan tidak dapat mati karena tidak terbuat dari materi; tidak dilahirkan dan tidak melahirkan dengan kata lain tidak beranak dan tidak diperanakkan. Seandainya bisa dilihat dengan mata telanjang URIP itu gebyar-gebyar gemerlapan laksana intan berlian berkilauan melesat kecepatannya melebihi kilat atau sinar. Kalau kecepatan sinar masih bisa diukur yaitu kira-kira 196 000 KM per detik; tapi kecepatan gerakan URIP tak terhingga; misalnya URIP bergerak menuju planet yang jaraknya 50 tahun cahaya cukup sekejap mata saja sudah sampai tujuan.

2.   Kita pernah dengar ada bayi yang lahir dalam keadaan mati istilahnya gagal bernafas itu bukti bahwa bayi dalam kandungan tsb.belum diduduki atau belum ketempatan URIP; meskipun tubuh dan jantungnya bisa bergerak, itu karena digerakkan oleh URIPnya sang ibu ibaratnya Symbiosis, buktinya kalau ibunya meninggal, bayinya yang masih dalam kandungan juga ikut meninggal.

Dunia alam semesta seisinya ini adanya hanya MANUNGGAL; tanpa manunggal alam semesta seisinya ini akan hancur lebur semua benda-benda langit akan berbenturan satu sama lain. Begitu juga tanpa manunggalnya bapak dan ibu manusia tidak akan lahir termasuk bayi tabung dan clonning juga menggunakan azas MANUNGGAL. Tanpa MANUNGGAL kolong langit ini kosong melompong tidak ada benda apapun yang ada hanya Atom bermacam-macam Atom antara lain Atom H, O, C, Ca, Na dan lain-lain, itupun masih tetap dalam bentuk MANUNGGAL yaitu manunggalnya PROTON dan NEUTRON yang sulit diurai atau dipisahkan. Akan tetapi karena adanya kemajuan teknologi canggih bukan kemajuan agama akirnya Atom juga dapat dipisahkan dan dipakai sebagai bahan baku untuk membuat bom pembunuh massal yang sangat mengerikan.

Berdasarkan uraian-uraian tsb. diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa MANUNGGAL adalah lambang guyub rukun damai cinta dan kasih sayang. Oleh karena itu kalau ada orang yang anti MANUNGGAL sebaiknya alat kalaminnya dibuang saja. Dengan demikian jelas bahwa kebenaran yang hakiki adalah MANUNGGAL baik dalam wacana tata kehidupan dunia maupun dalam wacana menyembah kepada Yang Maha Esa.

Pengetahuan ini bukan ilmu Klenik tapi nyata atau kasunyatan karena berdasarkan kejadian sehari-hari mulai dari benih jabang bayi yang menetes hingga menjadi imbrio atau janin hingga lahir jabang bayi,tumbuh besar dewasa kemudian akirnya kembali ke Sangkan Paraning Dumadi atau asal-usulnya.
Sesuai dengan perjanjian SASTRA JENDRA dengan HAYUNINGRAT pada waktu jabang bayi lahir dimana SASTRA JENDRA berkata  kepada HAYUNINGRAT: “ Nanging omongno karo kadhangmu sijabang bayi besuk yen wis titiwancine bali marang Sangkan Paraning Dumadi atau asal-usulnya kudu AKU sing nggowo, yen ora bakal kecepit.” Artinya : “ Akan tetapi katakanlah kepada saudaramu sijabang bayi besuk kalau sudah saatnya kembali keasal-usulnya harus AKU yang membawa, kalau bukan AKU yang membawa bakal kecepit.” Setelah membuat perjanjian demikian SASTRA JENDRA lenyap kembali kebumi lagi; jadi yang dimaksud harus AKU yang membawa yaitu kembalinya harus lewat bumi karena hanya bumi yang bisa memproses jasad atau jenasah kembali keasal-usulnya :
1. Yang asalnya dari sari-sarinya air kembali ke-air.
2. Yang asalnya dari sari-sarinya tanah kembali ke-tanah.
3. Yang asalnya dari sari-sarinya api kembali ke-api.
4. Yang asalnya dari sari-sarinya udara/ gas kembali ke-udara/gas.
5. Yang asalnya dari sari-sarinya sinar matahari kembali ke-sinar matahari.
6. Yang asalnya dari sari-sarinya sinar bintang kembali ke- sinar bintang.
7. Yang asalnya dari sari-sarinya cahaya bulan kembali ke- cahaya bulan.
Itu semua pengetahuan yang tidak bisa didapat dari bangku sekolah, sederhana tapi bukti nyata.

Kamis, 11 Juli 2013

Candi Sukuh

Candi SUKUH ini ditemukan pada tahun 1815 oleh bangsa Belanda didaerah Karang Anyar Jawa-Tengah. Ukiran atau relief pada candi tsb secara gamblang terang-terangan  menggambarkan perpaduan antara kelamin orang laki-laki dan kelamin orang perempuan. Itulah sebabnya maka Candi SUKUH oleh bangsa Indonesia disebut candi kontroversial. Padahal ukiran atau relief tsb. maksudnya memberi makna pada ajaran Kasunyatan bahwa manusia generasi penerus asalnya dari Manunggal, yaitu mannggalnya Bapak dan Ibu.Ini fakta bukti dan nyata yang tidak bisa diingkari.

Kita harus bisa dan berani memberikan penilaian dengan kearifan yang adil dan benar atas relief candi SUKUH tsb.Kita harus ingat pada waktu candi SUKUH dibangun ratusan tahun bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu bangsa Indonesia 99,999% masih buta huruf. Oleh karena itu nenek moyang kita menemui kesulitan untuk memberikan penjelasan dengan cara  menuliskan huruf pada candi tsb.karena buta huruf;mau diberi relief dua orang berpelukan sambil berbaring nanti disangka orang sedang bergulat akibatnya pesan-pesan yang akan disampaikan tidak mengenai sasaran. Akirnya diberi relief kasunyatan apa adanya yang tidak mungkin salah tafsir karena menyangkut ajaran Kasunyatan. Rupa-rupanya bangsa Indonesia masih takut menghargai Kasunyatan apa adanya yang pada umumnya fakta bukti nyata sebalik- nya lebih suka pada sopan-santun yang pada umumnya hanya manis dibibir saja.

Bangsa Indonesia seharusnya bangga nenek-moyangnya ribuan tahun yang lalu sudah mempunyai ajaran Kasunyatan yaitu MANUNGGAL yang sifatnya universal karena berlaku bagi seluruh umat manusia,bahkan bukan manusianya saja yang manunggal akan tetapi alam semesta seisinya juga manunggal.Tanpa MANUNGGAL manusia akan punah habis karena tidak ada kelahiran,  alam semesta akan hancur benda-benda langit saling benturan atau tabrakan. Begitu juga semua benda-benda baik yang ada di bumi maupun yang ada dilangit yang terbuat dari materi akan terurai secara reaksi analysa kemudian berubah menjadi Atom bermacam-macam Atom yang sinar radiasinya sangat mematikan.Ajaran Kasunyatan MANUNGGALtidak sebatas untuk dunia saja akan tetapi juga bisa untuk menembus achirat.

Caranya manusia harus mengenal dan menyatu atau manunggal dulu dengan URIPnya sendiri. Sistim MANUNGGAL ini bisa untuk mengakses atau conect kepada JATI-DIRI Sang Maha Pencipta. Setelah manusia manunggal dengan URIP-nya sendiri maka URIP itu sendiri yang akan membuat conect atau hubungan dengan JATI-DIRI Sang Maha Pencipta karena URIP itu ibaratnya Maha Suci Kecil yang memiliki sifat-sifat ke-“TUHANAN”an. Kalau manusia jelas tidak mungkin membuat hubungan dengan JATI-DIRI “TUHAN” karena raga manusia itu kotor.

Kesimpulannya dunia alam semesta seisinya ini adanya Cuma MANUNGGAL;kalau ada manusia yang tidak senang dengan MANUNGGAL alat kelaminnya dibuang saja. Begitu juga kalau manusia sudah waktunya mati; maka URIP sendiri yang akan menuntun Roh-Sucinya kesangkan paraning dumadi dengan catatan Roh Suci harus kenbali suci lebih dahulu.Kalau kembalinya naik “kendaraan”URIP pasti sampai tujuan akir tidak akan kesasar atau tersesat. Lain halnya kalau jalan kembalinya naik “kendaraan” agama,kepercayaan atau keyakinan bisa mogok ,rusak atau tersesat sehingga tidak sampai ketujuan akir(Sang Pencipta).

Seperti diketahui URIP atau Sang Hidup itu tugasnya nguripi, memberi OBAH,memberi RASA, mencintai,menyayangi dengan sabar tanpa minta imbalan.URIP tidak punya kehendak dan nafsu syahwat,yang punya kehendak  dan nafsu syahwat adalah Roh-Suci. Itulah sebabnya URIP tidak dibebani tanggung jawab atas perbuatan raga manusia yang diikutinya pada waktu masih hidup.Itulah sebabnya Roh Suci tidak bisa mati karena dibebani tanggung jawab atas semua perbuatan manusia yang diikutinya,kalau Roh-Suci bisa mati terlalu enaklah dia lepas dari tanggung jawab.